Warning: Unterminated comment starting line 125 in /home/gkjdayuo/public_html/libraries/phputf8/mbstring/core.php on line 125

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/gkjdayuo/public_html/libraries/phputf8/mbstring/core.php:125) in /home/gkjdayuo/public_html/plugins/system/languagefilter/languagefilter.php on line 85
Aktivitas Pemuda Warna Kehidupan Gereja
  • image
  • image
  • image
  • image
  • image
  • image
  • image
  • image
  • image

Aktivitas Pemuda Warna Kehidupan Gereja

Aktivitas Pemuda
WarnaKehidupan Gereja

Peran pemuda begitu sentral dalam kehidupan gereja. Tidak dapat dipungkiri bahwa ‘hidupnya’ gereja sangat ditentukan oleh dinamika dan geliat pemudanya. Gereja akan kelihatan begitu ‘hidup’ ketika aktivitas pemudanya mendominasi setiap langkah dan gerak kegiatan gereja. Sebaliknya gereja akan teerasa adem ayem ketika geliat pemudanya melempem. Berikut pendapat dari beberapa tokoh-tokoh dan aktivis gereja yang berhasil dihimpun oleh wartawan Buletin Kasih.

Stefanus Subagyo
(Majelis Pendamping Komisi Pemuda)

stefsubagyoGereja saat-saat seperti ini membutuhjan peran serta para pemuda. Oleh karena itu, pemuda gereja sebagai generasi penerus, harus membangun gereja, yaitu dengan menumbuhkan persekutuan. Boleh, mau aktif dan belajar kemanapun, tapi harus memperhatikan gereja, harus menyadari kerwargaan gerejanya.


Pemuda harus menyakini bahwa dengan belajar berkegiatan di gereja dapat menguatkan pribadinya, karena belajar di gereja itu belajar segalanya, termasuk berteman, berorganisasi dan juga menumbuhkembangkan iman.
“Pemuda akan belajar mengelola dirinya sendiri, baik waktu, pekerjaan, dan keluarga. Selain itu, dari gereja pemuda pasti akan mendapat ’warna’ dalam kehidupannya,” ujarnya.
Disisi lain, perlunya dukungan dari orang-orang sekitar. Teman-teman sepergaulan menjad peran paling penting yang mempengaruhi pelayanan, begitu pula dukungan orangtuanya. Sebaiknya memang orangtua mendidik sejak awal, mulai dari sekolah minggu, remaja, pemuda.
Ditambahkan oleh Stefanus Subagyo, bahwa dalam pelayanan lebih baik mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Tidak perlu berkecil hati jika jumlahnya sedikit, yang penting militant, harus kompak dan sehati sepikir. “Kita harus saling melengkapi satu sama lain karena kelemahan yang dimiliki dalam diri masing-masing,’ katanya.

 

 

Ata Septian
(Aktivis Kampus)

aktivitas pemuda-2Di mata salah satu pemuda gereja yang juga seorang aktivis kampus ini, mengatakan, pelayanan pemuda di gereja menjadi sangat penting, karena nantinya pemuda yang akan melanjutkan kehidupan gereja. Kalau pemuda bias bertumbuh di gereja, maka akan timbul rasa memiliki.
“Itulah yang menentukan, nantinya dia akan menjadi seperti apa di gereja itu. Jadi kembali ke gereja itu sendiri, jadi apa gereja sudah mencukupi apa yang dibutuhkan pemuda atau belum.” Ujarnya.
Selain itu motivasi utama yang harus digunakan pemuda asalah memuliakan Tuhan. Sesuai dengan Amanat Agung, kita seharusnya melayani untuk menjadikan semua murid-murid Tuhan. Hendaknya kita melakukann upaya percepatan dengan menciptakan ‘pekerja’ sambil menanti kedatangan Tuhan untuk yang kedua kainya,” ungkapnya.
“Namun pelayanan yang terbesar tetap dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Jadi jangan hanya omongan saja. Kita juga harus cepat bertindak,’ himbaunya.
Menanggapi perkembangan jaman, tak disangkal bahwa pergaulan menjadi kendala utama. Namun disinilah gereja berfungsiuntuk menjaga tetap aman, tidak terbawa arus, tetap menguatkan, sehingga kita punya dukungan untuk tetap menjadi garam dan terang.
“Bagaimanapun kita harus punya satu bapa rohani (gereja yang tetap), karena berkat tercurah dari atas (gereja) sampai kebawah, jadi tentunya berkat itu tidak mengalir kalau ‘kepalanya’ tidak ada,” ujarnya mencoba ber-analogi.


Anna Stefani
(Aktivis Pemuda GKJ)

anastefSebagai salah satu pemuda GKJ Dayu, ia juga menydari betul bahwa remaja dan pemuda Kristen merupakan generasi penerus dari kehidupan gereja. Menurut Anna, melayani merupakan sesuatu yang bebas, jadi terserah bagaimana kita sebagai pemuda, memilih untuk berperan serta dalam pelayanan, baik itu di gereja maupun di luar gereja.
:Kita sebaiknya membawa hal-hal positif yang kita dapatkan dari luar gereja untuk ikut membangun gereja sendiri, karena bagaimanapun kita adalah warga GKJ Dayu,” ujar Anna menjelaskan.
Mengenai kesulitan-kesuliltan yang dihadapi para pemuda saat ini termasuk pemuda gereja, ia mengatakan bahwa kesulitan yang sangat menghambat adalah sebenarnya karena kurangnya kemauan untuk melayani dan berbagi. Tapi secara umum lebih dikarenakan faktor kurangnya wadah yang kontinyu, missal kebaktian pemuda remaja setiap minggu pagi atau yang lainnya.


Jatiningsih Sunyoto
(Jemaat Dewasa)

Menurut salah satu jemaat warga dewasa GKJ Dayu, mengatakan, bahwa pemuda harus mau ikut berperan serta termasuk dalam kehidupan bergerja. Meski kadang kesibukan menjadi alasan yang menyebabkan mereka tidak bisa konsisten berkegiatan. Oleh karena itu kesadaran diri sendiri menjadi motivasi penting dalam pelayanan gereja.
‘Selain itu faktor luar juga berpengaruh terhadap diri pemuda, misalnya kurangnya dorongan orangtua dan juga pengaruh dari teman-teman sepergaulan. Hal-hal itulah yang menjadikan kendala bagi mereka untuk dapat eksis di gereja,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Jatiningsih mengungkapkan harapan-harapan kepada kaum muda saat ini, yaitu hendaknya mereka saling memmbantu dan saling mengakrabkan dirinya juga dengan gereja sebagai sesame murid Kristus, layaknya saudara sendiri.
“Tentu saja jangan melupakan pengakraban dengan saudara-saudara kita yang berada di gereja lain. Misalnya dengan melakukan kegiatan yang melibatkan kedua gereja, sehingga kita tidak hanya membangun keakraban di dalam tetapi juga keakraban di luar,’ tandasnya. (Candra, Ana, Nena).

Gereja, Pemuda, "Misi Perkotaan"
Ketika gereja harus menghadapi tantangan kehidupan kota, selayaknyalah gereja melakukan misinya. Buk...
Sebuah Kerinduan  Mewujudkan
Sebuah Kerinduan Mewujudkan Terlontar sebuah ungkapan kerinduan dari warga jemaat tentang sit...
Sekolah Minggu:  Kawah Candradimuka Generasi Kristen yang Tangguh
Empat orang hamba Tuhan yang selama ini brgelut dengan dunia anak-anak sekolah minggu GKJ Dayu, ya...